Minggu, 09 Mei 2010

Style Anak Muda Jepang

Style Anak Muda Jepang
begini style anak muda jepang. ini hasil keisengan ku nongkrong.iseng aja aku mainin keypad hape gue. lumayan dapet foto style anak muda japan yang bagiku terlalu aneh, apa aku orang yang ga gaul sehingga ga tahu mode. bagiku aneh karena ada yang pake stocking warna mencolok(biru misalnya) lalu dipadu celana pendek ditambah baju rangkap tiga. aneh aneh klik poto biar nampilin aga jelas dikit






punk, apa kamu apatis?
  




mulai deh stylenya keluar
  




kurang deket hasil bidikan gue
  




aneh juga gayanya 




ups untung yang laki ga marah 




mo kemana tuh si levi's
  




gede banget!!!! 




apa yang ue jepret yach 




semir dan gaya rambutnya oke juga
  




ehmmm
  




senior high school japan
  




teraneh, pokoknya aneh deh

Kebudayaan Jepang


Kebudayaan Jepang

Sepanjang sejarahnya, Jepang telah menyerap banyak gagasan dari negara-negara lain termasuk teknologi, adat-istiadat, dan bentuk-bentuk pengungkapan kebudayaan. Jepang telah mengembangkan budayanya yang unik sambil mengintegrasikan masukan-masukan dari luar itu. Gaya hidup orang Jepang dewasa ini merupakan perpaduan budaya tradisional di bawah pengaruh Asia dan budaya modern Barat.
 
KEBUDAYAAN TRADISIONAL

Seni pertunjukan tradisional yang masih berjaya di Jepang dewasa ini adalah antara lain kabuki, noh, kyogen dan bunraku.
kabuki.jpg
Kabuki adalah sebuah bentuk teater klasik yang mengalami evolusi pada awal abad ke-17. Ciri khasnya berupa irama kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh para aktor, kostum yang super-mewah, make-up yang mencolok (kumadori), serta penggunaan peralatan mekanis untuk mencapai efek-efek khusus di panggung. Make-up menonjolkan sifat dan suasana hati tokoh yang dibawakan aktor. Kebanyakan lakon mengambil tema masa abad pertengahan atau zaman Edo, dan semua aktor, sekalipun yang memainkan peranan sebagai wanita, adalah pria.
 
expl09_03b.jpg Noh adalah bentuk teater musikal yang tertua di Jepang. Penceritaan tidak hanya dilakukan dengan dialog tapi juga dengan utai (nyanyian), hayashi (iringan musik), dan tari-tarian. Ciri khas lainnya adalah sang aktor utama yang berpakaian kostum sutera bersulam warna-warni, dan mengenakan topeng kayu berlapis lacquer. Topeng-topeng itu menggambarkan tokoh-tokoh seperti orang yang sudah tua, wanita muda atau tua, dewa, hantu, dan anak laki-laki.
 
bunraku.jpg Kyogen adalah sebuah bentuk teater klasik lelucon yang dipagelarkan dengan aksi dan dialog yang amat bergaya. Ditampilkan di sela-sela pagelaran noh, meski sekarang terkadang ditampilkan secara tunggal.
 
Bunraku, yang menjadi populer sekitar akhir abad ke-16, merupakan jenis teater boneka yang dimainkan dengan iringan nyanyian bercerita dan musik yang dimainkan dengan shamisen (alat musik petik berdawai tiga). Bunraku dikenal sebagai salah satu bentuk teater boneka yang paling halus di dunia.
ikebana1.jpgchado.jpg
Berbagai seni tradisional lainnya, seperti upacara minum teh dan ikebana (merangkai bunga), terus hidup sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang. Upacara minum teh (sado atau chado) adalah tata-cara yang diatur sangat halus dan teliti untuk menghidangkan dan minum teh hijau matcha (dalam bentuk bubuk). Ada hal yang lebih penting daripada ritual membuat dan menyajikan teh, karena upacara ini merupakan rangkaian seni yang mendalam yang membutuhkan pengetahuan yang luas dan kepekaan yang sangat halus. Sado juga menjajaki tujuan hidup dan mendorong timbulnya apresiasi terhadap alam.
Seni merangkai bunga Jepang (ikebana), yang mengalami evolusi di Jepang selama tujuh abad, berasal dari sajian bunga Budhis di masa awalnya.
Seni ini berbeda dengan penggunaan bunga yang murni bersifat dekoratif saja, karena setiap unsur dari sebuah karya ikebana dipilih secara sangat cermat termasuk bahan tanaman, wadah di mana ranting dan bunga akan ditempatkan, serta keterkaitan ranting-ranting dengan wadahnya dan ruang di sekitarnya.

KEBUDAYAAN MODERN
Musik klasik masuk ke Jepang dari Barat. Penggemarnya cukup banyak dan sejumlah konser diadakan di berbagai tempat di Jepang. Jepang telah melahirkan banyak konduktor (seperti Ozawa Seiji), pianis, dan pemain biola dan mereka melakukan pertunjukan di seluruh dunia.

akirakurosawa.jpg Sejak Kurosawa Akira memenangkan Golden Lion Award di Festival Film Venice pada tahun 1951, dunia perfilman Jepang menjadi pusat perhatian dunia, dan karya-karya dari sutradara besar seperti Mizoguchi Kenji dan Ozu Yasujiro mendapat sambutan luas. Pada tahun-tahun terakhir ini, Kitano Takeshi memenangkan Golden Lion Award pada Festival Film Venice 1997 dengan karyanya HANA-BI dan meraih penghargaan sebagai sutradara terbaik pada festival tahun 2003 dengan karyanya Zatoichi.

285px-wikipe-tan_sailor_fuku.png Film anime (kartun) Jepang yang menjadi hiburan bagi anak-anak Jepang sejak tahun 1960-an, kini diekspor ke seluruh dunia. Ada seri yang menjadi favorit anak-anak seluruh dunia, seperti Astro Boy, Doraemon, Sailor Moon, Detective Conan, dan Dragonball Z. Sementara itu, karya sutradara Miyazaki Hayao, Spirited Away, memenangkan Oscar sebagai film cerita kartun terbaik pada tahun 2003.
Untuk sastra, ada sejumlah pemenang Hadiah Nobel, yaitu Kawabata Yasunari dan Oe Kenzaburo. Sementara itu, karya-karya para pengarang yang lebih modern seperti Murakami Haruki dan Yoshimoto Banana populer di kalangan kaum muda Jepang dan telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa.

Sabtu, 08 Mei 2010

Harajuku Fashion


Harajuku Style Indonesia
Buat teman-teman yang suka sama anime, manga, sushi, ah pokoknya semua yang serba berbau jepang, kayaknya udah tidak asing lagi sama istilah Harajuku Style. Kalau saya perhatikan di Indonesia sendiri, setidaknya sejak saya masih SMA, tren ini makin hari makin booming. Terbukti, makin lama makin banyak saja acara dan event di berbagai tempat yang menggunakan tema serba jepang. Mulai dari cosplay festival, bunkasai matsuri, berbagai lomba menggambar manga, lomba shodo, festival band musik J-Pop & J-Rock, dll. 
  
Setidaknya dari kota tempat saya tinggal saja, di Bandung, pengaruh penyebaran pop culture dari Jepang ini semakin marak. Hampir setiap SMA di Bandung waktu itu bisa dipastikan punya organisasi ekstra kurikuler yang kegiatannya melakukan hal-hal berbau jepang tersebut. Anggota-anggotanya biasa berkumpul di tempat mereka masing-masing atau membuat suatu komunitas untuk menyalurkan hobi-hobi mereka. Hal ini pun nampaknya makin didukung dengan berbagai pelaksanaan event penyaluran hobi mereka. Bagi yang suka tampil memerankan tokoh anime pujaan mereka, biasanya mereka aktif ikut dalam setiap lomba cosplay yang diadakan di mall-mall atau sekolah-sekolah. Bagi yang suka menggambar manga, sudah siap pula ajang untuk penyaluran bakat mereka.
  
Satu lagi bagian pop culture impor dari negeri para samurai yang ramai digemari anak-anak muda di Indonesia saat ini adalah Harajuku Style. Konon gaya serba boleh di harajuku ini sudah banyak diadopsi sama remaja kita, sebagai bagian dari usaha jual tampang dan ngobral sensasi. Harajuku Style di mata anak-anak remaja Indonesia pengertiannya adalah gaya berbusana yang aneh, nyentrik, dan serba ngejreng. Padahal sebenarnya Harajuku adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Lokasinya mencakup sekitar Meiji Jingu, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita (Takeshita-dori), departement store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi. Harajuku bukan sebutan resmi untuk nama tempat, dan gak dicantumin di buku alamat.
  
Sempat terpikir oleh saya, sebenarnya apa ya yang membuat mereka itu menyebut hal yang seperti itu menjadi bernama Harajuku Style? Saya mengira-ngira mungkin ini erat kaitannya dengan kegiatan yang suka dilakukan di remaja Jepang di daerah Harajuku tersebut. Memang sih, kalau kita jalan-jalan dan melihat kegiatan anak-anak muda Jepang di depan Meiji-jinggu Shrine, tidak jauh dari Harajuku Station, di sana kita bisa melihat cewek-cewek Harajuku dengan dandanan mereka yg aneh-aneh. Rupanya berita ini mungkin saja tersiar sampai ke tanah air yang mungkin disebarkan lewat media atau mungkin juga lewat cerita-cerita orang Indonesia yang pernah tinggal di Jepang lalu kembali ke Indonesia. Konon Harajuku menjadi popular setelah diliput media cetak seperti majalah Anan dan non-no pada saat pembukaan departement store besar-besaran di tahun 1970-an. Busana nyentrik ini diawali oleh gaya pakaian di kedua majalah tersebut. Banyak anak-anak muda Jepang yang doyan jalan-jalan di harajuku, njiplak pola pakaian di majalah itu. 
 
Akan tetapi, di balik itu semua, ada beberapa hal yang kalau saya perhatikan ternyata tetap ada perbedaannya juga antara Harajuku Style yang berkembang di Jepang dengan Harajuku Style yang biasa dipraktekkan remaja Indonesia. Kalau di Indonesia, nampaknya mereka tidak seberani remaja jepang dalam mengekspresikan diri lewat Harajuku Style-nya itu. Kenapa saya katakan demikian? Karena sebenarnya kalau saya perhatikan gaya Harajuku Style yang versi Jepang asli itu benar-benar sudah gak mengedepankan lagi etika moral berpakaian.

  
Gaya Harajuku versi Jepang gak hanya sekedar motong rambut jadi gak beraturan dan mengenakan pelindung tubuh yang gokil abis. Tapi ternyata ada beberapa aliran cara berpakaiannya. Sebut saja gothic lolita yang kebanyakan dipakai oleh cewek-cewek Jepang, dengan pola busana elegan, gothic, feminin, dan menjadikan si pemakai seperti boneka bermotif Victoria. Selain itu, ada gaya Japanese punks, yang terinspirasi dari gerakan punk di awal 70-an. Cosplay, membuat diri dan pakaian kita semirip mungkin ama tokoh anime atau karakter game, seperti Naruto atau Bakabon. Decora, dengan ciri khas warna-warna cerah, flamboyan, dan nyentrik. Kawaii, yang artinya lucu atau imut. Tentunya pakaian yang dikenakan juga kudu lucu dan imut. Mungkin berbusana kostum Pokemon kali ya... hehe. Dan wamono, yang merupakan gabungan antara busana Jepang dengan barat. Ya gampangannya kimono ama celana jeans gitu.

Sementara kalau Harajuku Style-nya orang Indonesia biasanya mereka masih terbatas pada ekspresi gaya rambut, dan dandanan yang tidak terlalu mencolok (walaupun sudah ketebak kalau itu harajuku style versi pas-pasan). Mereka baru berani berpakaian Harajuku Style yang sebenarnya ketika ada event festival cosplay atau matsuri ala orang Indonesia aja. Sedangkan kalau dalam kesehariannya, saya yakin sefanatik apapun orang itu dengan gaya yang diusungnya, tetap dia tidak akan berani berekspresi seheboh remaja Jepang di depan Meiji-jinggu Shrine deket Harajuku station. Berkaitan dengan hal ini, suatu hari saya pernah iseng bertanya pada seorang teman di Indonesia yang hobi banget ikutan ajang festival pop culture jepang. Waktu itu saya tanya, "berani gak tampil dengan dandanan kayak gini di kehidupan sehari-hari?" Terus dia jawab, "ya nggak lah...".  Saya tanya lagi, "alasannya kenapa?" Ternyata dia menjawab, "malu dong...." Lha.... bagus lah kalo masih punya malu. Nah, dari sini bisa kita dapat kesimpulan, kalau pada kenyataannya mereka tetap harus bertubrukan dengan benteng aturan norma masyarakat umum Indonesia yang masih menganggap hal itu aneh. Beda lagi kalo mungkin mereka siap dipanggil orang gila atau preman karena pake dandanan macam begitu, hehe....

Ah... ternyata tidak semua pengaruh budaya itu bisa membawa hal positif. Awalnya saya menganggap diadakannya acara-acara gelar budaya Jepang di Indonesia adalah suatu hal yang positif. Karena alasannya dari sana kita bisa saling mengenal budaya-budaya setiap negara. Selain itu bisa juga membantu kita mempelajari banyak hal yang bermanfaat. Contohnya, dengan ikutan lomba speech kontes bahasa jepang, berarti kan secara tidak langsung kita mengasah dan menguji kemampuan penguasaan bahasa asing kita. Gak semua efek akulturasi budaya itu bisa berbahaya asal masih bisa ditempatkan pada tempat yang semestinya dan tidak berlebihan.  Tapi kalau udah nyinggung masalah etika, moral, dan lebih lagi agama, waduh.... mendingan dipikir-pikir lagi dah sebelum melakukannya.
Buat teman-teman yang suka sama anime, manga, sushi, ah pokoknya semua yang serba berbau jepang, kayaknya udah tidak asing lagi sama istilah Harajuku Style. Kalau saya perhatikan di Indonesia sendiri, setidaknya sejak saya masih SMA, tren ini makin hari makin booming. Terbukti, makin lama makin banyak saja acara dan event di berbagai tempat yang menggunakan tema serba jepang. Mulai dari cosplay festival, bunkasai matsuri, berbagai lomba menggambar manga, lomba shodo, festival band musik J-Pop & J-Rock, dll.

Setidaknya dari kota tempat saya tinggal saja, di Bandung, pengaruh penyebaran pop culture dari Jepang ini semakin marak. Hampir setiap SMA di Bandung waktu itu bisa dipastikan punya organisasi ekstra kurikuler yang kegiatannya melakukan hal-hal berbau jepang tersebut. Anggota-anggotanya biasa berkumpul di tempat mereka masing-masing atau membuat suatu komunitas untuk menyalurkan hobi-hobi mereka. Hal ini pun nampaknya makin didukung dengan berbagai pelaksanaan event penyaluran hobi mereka. Bagi yang suka tampil memerankan tokoh anime pujaan mereka, biasanya mereka aktif ikut dalam setiap lomba cosplay yang diadakan di mall-mall atau sekolah-sekolah. Bagi yang suka menggambar manga, sudah siap pula ajang untuk penyaluran bakat mereka.

Satu lagi bagian pop culture impor dari negeri para samurai yang ramai digemari anak-anak muda di Indonesia saat ini adalah Harajuku Style. Konon gaya serba boleh di harajuku ini sudah banyak diadopsi sama remaja kita, sebagai bagian dari usaha jual tampang dan ngobral sensasi. Harajuku Style di mata anak-anak remaja Indonesia pengertiannya adalah gaya berbusana yang aneh, nyentrik, dan serba ngejreng. Padahal sebenarnya Harajuku adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Lokasinya mencakup sekitar Meiji Jingu, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita (Takeshita-dori), departement store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi. Harajuku bukan sebutan resmi untuk nama tempat, dan gak dicantumin di buku alamat.

Sempat terpikir oleh saya, sebenarnya apa ya yang membuat mereka itu menyebut hal yang seperti itu menjadi bernama Harajuku Style? Saya mengira-ngira mungkin ini erat kaitannya dengan kegiatan yang suka dilakukan di remaja Jepang di daerah Harajuku tersebut. Memang sih, kalau kita jalan-jalan dan melihat kegiatan anak-anak muda Jepang di depan Meiji-jinggu Shrine, tidak jauh dari Harajuku Station, di sana kita bisa melihat cewek-cewek Harajuku dengan dandanan mereka yg aneh-aneh. Rupanya berita ini mungkin saja tersiar sampai ke tanah air yang mungkin disebarkan lewat media atau mungkin juga lewat cerita-cerita orang Indonesia yang pernah tinggal di Jepang lalu kembali ke Indonesia. Konon Harajuku menjadi popular setelah diliput media cetak seperti majalah Anan dan non-no pada saat pembukaan departement store besar-besaran di tahun 1970-an. Busana nyentrik ini diawali oleh gaya pakaian di kedua majalah tersebut. Banyak anak-anak muda Jepang yang doyan jalan-jalan di harajuku, njiplak pola pakaian di majalah itu.

Akan tetapi, di balik itu semua, ada beberapa hal yang kalau saya perhatikan ternyata tetap ada perbedaannya juga antara Harajuku Style yang berkembang di Jepang dengan Harajuku Style yang biasa dipraktekkan remaja Indonesia. Kalau di Indonesia, nampaknya mereka tidak seberani remaja jepang dalam mengekspresikan diri lewat Harajuku Style-nya itu. Kenapa saya katakan demikian? Karena sebenarnya kalau saya perhatikan gaya Harajuku Style yang versi Jepang asli itu benar-benar sudah gak mengedepankan lagi etika moral berpakaian.

Gaya Harajuku versi Jepang gak hanya sekedar motong rambut jadi gak beraturan dan mengenakan pelindung tubuh yang gokil abis. Tapi ternyata ada beberapa aliran cara berpakaiannya. Sebut saja gothic lolita yang kebanyakan dipakai oleh cewek-cewek Jepang, dengan pola busana elegan, gothic, feminin, dan menjadikan si pemakai seperti boneka bermotif Victoria. Selain itu, ada gaya Japanese punks, yang terinspirasi dari gerakan punk di awal 70-an. Cosplay, membuat diri dan pakaian kita semirip mungkin ama tokoh anime atau karakter game, seperti Naruto atau Bakabon. Decora, dengan ciri khas warna-warna cerah, flamboyan, dan nyentrik. Kawaii, yang artinya lucu atau imut. Tentunya pakaian yang dikenakan juga kudu lucu dan imut. Mungkin berbusana kostum Pokemon kali ya... hehe. Dan wamono, yang merupakan gabungan antara busana Jepang dengan barat. Ya gampangannya kimono ama celana jeans gitu.

Sementara kalau Harajuku Style-nya orang Indonesia biasanya mereka masih terbatas pada ekspresi gaya rambut, dan dandanan yang tidak terlalu mencolok (walaupun sudah ketebak kalau itu harajuku style versi pas-pasan). Mereka baru berani berpakaian Harajuku Style yang sebenarnya ketika ada event festival cosplay atau matsuri ala orang Indonesia aja. Sedangkan kalau dalam kesehariannya, saya yakin sefanatik apapun orang itu dengan gaya yang diusungnya, tetap dia tidak akan berani berekspresi seheboh remaja Jepang di depan Meiji-jinggu Shrine deket Harajuku station. Berkaitan dengan hal ini, suatu hari saya pernah iseng bertanya pada seorang teman di Indonesia yang hobi banget ikutan ajang festival pop culture jepang. Waktu itu saya tanya, "berani gak tampil dengan dandanan kayak gini di kehidupan sehari-hari?" Terus dia jawab, "ya nggak lah...".  Saya tanya lagi, "alasannya kenapa?" Ternyata dia menjawab, "malu dong...." Lha.... bagus lah kalo masih punya malu. Nah, dari sini bisa kita dapat kesimpulan, kalau pada kenyataannya mereka tetap harus bertubrukan dengan benteng aturan norma masyarakat umum Indonesia yang masih menganggap hal itu aneh. Beda lagi kalo mungkin mereka siap dipanggil orang gila atau preman karena pake dandanan macam begitu, hehe....

Ah... ternyata tidak semua pengaruh budaya itu bisa membawa hal positif. Awalnya saya menganggap diadakannya acara-acara gelar budaya Jepang di Indonesia adalah suatu hal yang positif. Karena alasannya dari sana kita bisa saling mengenal budaya-budaya setiap negara. Selain itu bisa juga membantu kita mempelajari banyak hal yang bermanfaat. Contohnya, dengan ikutan lomba speech kontes bahasa jepang, berarti kan secara tidak langsung kita mengasah dan menguji kemampuan penguasaan bahasa asing kita. Gak semua efek akulturasi budaya itu bisa berbahaya asal masih bisa ditempatkan pada tempat yang semestinya dan tidak berlebihan.  Tapi kalau udah nyinggung masalah etika, moral, dan lebih lagi agama, waduh.... mendingan dipikir-pikir lagi dah sebelum melakukannya.

Harajuku Style

Harajuku Style 
SIAPA tidak kenal fashion style ala Harajuku? Sesuai dengan namanya, daerah yang memopulerkan gaya Harajuku adalah distrik Harajuku di Tokyo, Jepang.
Harajuku memang terkenal sebagai tempat "nongkrong" orang-orang yang stylish dan fashionable. Gaya Harajuku sendiri merupakan semacam street fashion atau fashion jalanan yang tidak mengenal peraturan. Tampilan yang bertabrakan antara warna, corak, motif, ukuran, sampai jenis pakaian yang dipakai merupakan ciri khas fashion style yang satu ini. Harajuku style sebenarnya terbagi atas banyak subgaya seperti Lolita, Kogal, Gongaru, Cosplay, Yamanba, dan masih banyak lagi. Seperti apa sebenarnya gaya-gaya tersebut? Lolita misalnya. Gaya ini mengadaptasi gaya boneka cantik dari Jepang dengan kulit putih pucat serta dandanan yang manis seperti boneka perempuan yang dijual di toko. Lolita terbagi menjadi beberapa macam gaya yaitu Gothic Lolita, Sweet Lolita, Classic Lolita, Punk Lolita, dan Wa Lolita. Semua style Lolita ini adalah untuk para wanita.
Sementara tidak mau kalah, para pria juga memiliki style Lolita yang diberi nama Ouji atau Kodona. Gothic Lolita orisinalnya melihat lagi ke masa lalu ketika pergerakan New Wave sedang hot-hot-nya di Inggris pada 80-an. Gaya ini mencampur gaya boneka Lolita dengan gaya gothic yang terkenal "gelap", dari make up yang gelap sampai baju serbahitam. Sementara gaya Punk Lolita juga mirip dengan gaya Gothic Lolita, hanya perbedaannya pada detailnya seperti gelang dan kalung paku-pakuan, gambar tengkorak sampai rambut mohawk. Namun, karena style dasarnya ala boneka maka campuran warna gelap dengan warna feminin seperti pink atau ungu pun tak terhindarkan. Di Indonesia, penyanyi Agnes Monica serta duo Maia memiliki gaya berbusana yang mirip dengan gaya Gothic Lolita ini.
Sweet Lolita adalah gaya yang diadaptasi dari manga atau komik Jepang yang merupakan fantasi anak-anak terhadap seorang Lolita. Maka jadilah gaya yang terlihat childish seperti ruffle yang tebal, sepatu platform dengan hak tinggi, rambut berkepang, pita besar sebagai aksesori dan lain-lain. Warna-warnanya pun biasanya adalah warna-warna terang atau lembut yang girly sekali. Walaupun sepatu Sweet Lolita terlihat tebal dan tinggi, namun ternyata di antara gaya Lolita lainnya, sepatu yang dipakai Sweet Lolita masih tergolong rendah. Aksesori yang digunakan untuk pun tidak kalah "nyeleneh" seperti tas buah, gantungan kunci yang banyak, serta aksesori lain yang berwarna terang benderang. 
Artis Indonesia yang identik dengan gaya ini adalah Pingkan Mambo, sementara artis internasional yang memiliki gaya manis seperti boneka ini adalah aktris veteran Shirley Temple serta penyanyi Gwen Stefani. Classic Lolita adalah gaya yang diadaptasi dari gaya-gaya yang populer pada abad pertengahan seperti gaya anggota kerajaan Marie Anttoinette dari Prancis ataupun gaya Juliet dari karya roman Romeo dan Juliet milik Shakespeare. Lolita terakhir adalah Wa Lolita. Wa Lolita sendiri memadukan gaya busana tradisional Jepang yaitu Kimono dengan gaya Lolita modern. Sehingga wanita-wanita yang mengenakan gaya ini mirip seperti boneka Jepang yang sedang berjalan, lengkap dengan bakiaknya. Nah, bagaimana dengan pria bergaya Lolita? Ternyata gaya mereka mengadaptasi dari gaya Victorian zaman dulu. Pria-pria ini juga mengenakan make-up. Hanya kadar ketebalannya saja yang berbeda.  
Gaya Harajuku lainnya yang cukup populer termasuk di sini adalah Cosplay yang merupakan singkatan dari costume play, yaitu berperan sebagai karakter favorit dengan mengenakan kostum karakter tersebut. Karakter yang diikuti biasanya adalah karakter hero ataupun penjahat seperti yang ada di anime atau film-film kartun Jepang, manga, sampai video games. Sebut saja gaya pakaian kartun Sailor Moon, Tuxedo Bertopeng, City Hunter, sampai tokoh Sora dari video games Kingdom Heart. Bahkan, anak-anak pun tak mau kalah lho. Gaya Cosplay favorit yang mereka tiru kebanyakan adalah tokoh-tokoh kartun dari program anak Nickelodeon. Artis Indonesia yang sering meniru gaya Cosplay adalah anggota grup musik J-Rock.
Masih ada gaya Harajuku lain yang tidak kalah funky dan punya penggemar tersendiri. Gaya Kogal misalnya. Kogal yang juga mirip dengan gaya Gongaru ini sering juga disebut gaya Kogyaru. Sepatu boots bersol datar baik tinggi maupun rendah, rok supermini, make up supertebal, rambut warna-warni, kaus kaki tinggi yang mencapai atas lutut, sampai aksesori besar adalah peralatan yang dibutuhkan jika Anda ingin bergaya Kogal atau Kogyaru. Yang paling mencolok adalah bagaimana wanita Kogal "mewarnai" diri mereka sendiri hingga memiliki kulit sedikit gelap atau tan seperti orang yang habis berjemur.
 
 
 

Kamis, 06 Mei 2010

Sri Mulyani Petinggi Bank Dunia

Sri Mulyani Jadi Petinggi Bank Dunia
VIVAnews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dipilih menjadi penasehat top bagi Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick.

Sri Mulyani mulai 1 Juni 2010 ini merupakan salah satu dari tiga direktur pelaksana, jabatan tertinggi di bawah Zoellick. Dia dianggap akan membawa keterampilan dan pengalaman yang unik bagi Bank Dunia.

"Posisinya akan menguntungkan karena  berasal dari negara dengan pendapatan menengah dan masih menghadapi tantangan yang signifikan dari kemiskinan," kata Zoellick dalam sebuah pernyataan e-mail seperti ditulis Blomberg,  4 Mei 2010.

Pemilihan ini didasarkan pada meningkatnya peran Indonesia di dunia, bangsa terpadat keempat dunia, anggota Kelompok G-20 yang mewakili negara berkembang dan maju.

Sri Mulyani, 47, akan menggantikan Juan Jose Daboub, yang akan menuntaskan empat tahun masa kerjanya pada 30 Juni. Juan mengawasi 74 negara di Amerika Latin, Karibia, Asia Timur dan Pasifik, Timur Tengah dan Afrika Utara. Daboub adalah mantan menteri keuangan El Salvador.

Direktur Pelaksana terakhir yang ditunjuk Zoellick adalah Ngozi Okonjo-Iweala. Dia adalah mantan menteri keuangan dan menteri luar negeri Nigeria pada  Oktober 2007.

Direktur pelaksana ketiga, Graeme Wheeler, pada Januari lalu mengatakan akan meninggalkan lembaga pada akhir bulan depan. Wheeler bekerja di Departemen Keuangan Selandia Baru sebelum bergabung dengan bank pembangunan berbasis di Washington. (art)

Presiden Setujui Sri Mulyani Di Bank Dunia


SBY Setujui Sri Mulyani Di Bank Dunia Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyetujui permintaan Bank Dunia untuk menempatkan Sri Mulyani Indrawati sebagai Managing Director Bank Dunia. Ini juga berarti Presiden Yudhoyono menyetujui permohonan Sri Mulyani untuk mundur dari jabatan menteri keuangan Kabinet Indonesia Bersatu II.

Keputusan ini keluar setelah Presiden Yudhoyono mempelajari dan berbicara langsung dengan Presiden Bank Dunia Robert Zoellik. "Respons saya setuju. Dengan catatan, Ibu Sri Mulyani merampungkan tugas-tugasnya di dalam negeri terlebih dahulu," kata Presiden Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (5/5), dalam sebuah keterangan pers khusus.(BOG/MLA)

Sri Mulyani

Tunjuk Sri Mulyani, Bank Dunia Lecehkan DPR
JAKARTA - Isu rencana kemunduran Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan lantaran ada tawaran menjadi salah satu direktur di Bank Dunia menuai kritikan dari politisi di Senanyan.

Kali ini politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sondari berbicara lantang terhadap adanya dugaan konspirasi penyelematan Sri Mulyani yang tersandung skandal bailout Bank Century sebesar Rp6,7 triliun.

"Saya berharap Pak SBY tidak kecewakan kita. Massa disuruh DPR mundur nggak mau, tetapi World Bank yang nyuruh mau. Memang bosnya siapa? Mundur atau tidak terserahlah," papar Eva di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/5/2010).

Dia menuding ada campur tangan dari Bank Dunia setiap kali Sri Mulyani tersandung kasus. "Saya melihat politik world Bank ini exist strategy dari kasus-kasus yang mengelilingi Sri Mulyani," ungkapnya.

Sebab, kata dia, Sri Mulyani tidak hanya terlibat di kasus Century saja. Tetapi, di Asian Agri dan Ramayana juga. "Ini tampaknya permainan oleh World Bank. World Bank menantang DPR dan tidak ada etikanya. Dia (Word Bank) juga menghina kedaulatan Indonesia," tegas Eva.

Adanya tawaran menjadi direktur Bank Dunia, Sri Mulyani sengaja diselamatan konspirasi. "Ini strategi Sri Mulyani dan kelompoknya. Dalam posisi ini tak mungkin Sri Mulyani sendirian," papar Eva. (ram)
(ahm)

Sri Mulyani Terima Tawaran Bank Dunia

Sri Mulyani Terima Tawaran Bank Dunia
TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dikabarkan akan mengundurkan diri dari jabatannya per 1 Juni 2010 dan menerima tawaran dari Bank Dunia.

Bank Dunia menawarkan jabatan kepada Sri Mulyani sebagai Managing Director di lembaga keuangan internasional itu.

“Ya, berita itu betul. Ibu Ani akan menerima tawaran Bank Dunia itu,” kata sumber Tempo di Jakarta hari ini.

Menurut sumber, Bank Dunia memang meminta empat Menteri Keuangan dari empat negara untuk membantu lembaga. “Jabatan itu tidak bisa dirangkap, jadi Sri Mulyani harus memilih dan dia memilih menerima tawaran itu.

Sayangnya, konfirmasi langsung dari Sri Mulyani belum bisa diperoleh Tempo.

Sri Mulyani akan menjadi salah satu dari tiga Managing Director Bank Dunia. Jabatan Managing Director merupakan jabatan tertinggi kedua setelah Presiden Direktur di Bank Dunia.

Dalam pernyataannya lewat surat elektronik, Zoellick mengatakan Sri Mulyani akan mulai bekerja di kantor pusat Bank Dunia di Washington per 1 Juni.

Menurut Zoellick, Sri Mulyani dipilih karena memiliki kemampuan yang unik dan pengalamannya bekerja di Grup Bank Dunia.

Sri Mulyani, 47 tahun, akan menggantikan Juan Jose Daboub. Daboub, mantan Menteri Keuangan El Salvador, telah menyelesaikan masa jabatannya yang keempat pada 30 Juni nanti.


Pilih Bahasa

English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Pasang widget ini

Negara Pengunjung

free counters

Ruang Komunikasi

Jam

Yasir Santiago Blog. Diberdayakan oleh Blogger.

Lokasi Pengunjung

Followers

Tentang Saya

Foto saya
Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia
Berawal dari banyaknya teman yang memakai blog sebagai media bertukar informasi dengan berbagai orang, Saya ikut tertarik untuk membuatnya, ALHASIL jadilah blog ini. hhhehehe. Bagi semua pembaca mohon dimaafkan dan dimaklumi jika blog ini masih banyak kesalahan dan kekurangannya, mengingat blog ini masih tergolong sangat baru, hehhe. Salam sukses !!!!

Pengunjung

Minggu, 09 Mei 2010

Style Anak Muda Jepang
Style Anak Muda Jepang begini style anak muda jepang. ini hasil keisengan ku nongkrong.iseng aja aku mainin keypad hape gue. lumayan dapet ...
Kebudayaan Jepang
Kebudayaan Jepang Sepanjang sejarahnya, Jepang telah menyerap banyak gagasan dari negara-negara lain termasuk teknologi, adat-istiadat, d...

Sabtu, 08 Mei 2010

Harajuku Fashion
Harajuku Style Indonesia Buat teman-teman yang suka sama anime, manga, sushi, ah pokoknya semua yang serba berbau jepang, kayaknya udah t...

Buat teman-teman yang suka sama anime, manga, sushi, ah pokoknya semua yang serba berbau jepang, kayaknya udah tidak asing lagi sama istilah...
Harajuku Style
Harajuku Style   SIAPA tidak kenal fashion style ala Harajuku ? Sesuai dengan namanya, daerah yang memopulerkan gaya Harajuku adalah...

Kamis, 06 Mei 2010

Sri Mulyani Petinggi Bank Dunia
Sri Mulyani Jadi Petinggi Bank Dunia VIVAnews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dipilih menjadi penasehat top bagi Presiden Bank Dun...
Presiden Setujui Sri Mulyani Di Bank Dunia
SBY Setujui Sri Mulyani Di Bank Dunia Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyetujui permintaan Bank Dunia untuk mene...
Sri Mulyani
Tunjuk Sri Mulyani, Bank Dunia Lecehkan DPR JAKARTA - Isu rencana kemunduran Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan lantaran ada tawaran men...
Sri Mulyani Terima Tawaran Bank Dunia
Sri Mulyani Terima Tawaran Bank Dunia TEMPO Interaktif , Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dikabarkan akan mengundurkan dir...

 
Template Indonesia | Yasir Santiago Blog
Aku cinta Indonesia